Vaksin Influenza - Manfaat, dosis dan efek samping
Vaksin influenza adalah vaksin bagi mencegah penyakit flu. Vaksinasi influenza dianjurkan untuk dilakukan teratur tiap tahun bagi menjaga agar daya proteksi vaksin tetap optimal.
Salah satu macam vaksin influenza yang ada di Indonesia terbuat dari virus influenza yang telah tidak aktif. Penyuntikan vaksin influenza akan membuat tubuh memproduksi antibodi yang menmemperoleh melawan virus influenza.
Ada dua macam vaksin influenza, yaitu vaksin trivalent dan vaksin quadrivalent. Vaksin trivalent bisa memberikan perlindungan terhadap tiga macam virus influenza, yaitu influenza A (H1N1), influenza A (H3N3), dan influenza B.
Sementara vaksin quadrivalent bisa memberikan perlindungan terhadap dua varian virus influenza A dan dua varian virus influenza B.
Merek dagang vaksin influenza: Agrippal, Fluarix, Vaxigrip
Apa Itu Vaksin Influenza
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Vaksin |
| Manfaat | Mencegah penyakit flu |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Vaksin influenza bagi ibu hamil dan menyusui | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak mengurangi memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Vaksin influenza belum diketahui menmemperoleh terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda melakukan menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu Berhubungan dengan dokter. |
| Bentuk obat | Suntik |
Peringatan Sebelum Menerima Vaksin Influenza
Berikut adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum menerima vaksin influenza:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Vaksin influenza tidak boleh diberikan kepada seseorang yang alergi terhadap kandungan dalam vaksin ini, lateks, atau telur.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang mengalami demam atau penyakit infeksi lain, vaksinasi akan ditunda sampai keadaan Anda membaik.
- Beri tahu dokter jika Anda menderita gangguan sistem saraf, seperti Guillain Barre Syndrome (GBS). Vaksinasi influenza tidak disarankan diberikan kepada seseorang Berhubungan dengan kondisi ini.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah atau melakukan menderita gangguan pembekuan darah atau kejang.
- Beri tahu dokter jika Anda melakukan mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal.
- Beri tahu dokter jika Anda melakukan hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi setelah Anda memperoleh suntikan vaksin influenza.
Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin Influenza
Sesuai Berhubungan dengan jadwal imunisasi yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin influenza merupakan salah satu vaksin yang wajib diberikan kepada anak.
Dosis bagi anak usia kurang dari 2 tahun adalah 0,25 ml. Sementara, anak usia >2 tahun dan orang dewasa adalah 0,5 ml.
Untuk anak yang pertama kali memperoleh vaksin influenza pada usia 6 bulan sampai 8 tahun, vaksin diberikan 2 dosis dengan interval minimal 4 pekan, kemudian vaksinasi diulang setiap tahun.
Untuk anak usia di atas 9 tahun dan orang dewasa, vaksin influenza cukup diberikan 1 kali tiap tahun.
Pada anak atau orang dewasa yang memiliki gangguan sistem imun, vaksin influenza diberikan 2 dosis Berhubungan dengan jarak interval minimal 4 minggu, agar antibodi terbentuk Berhubungan dengan baik.
Cara Pemberian Vaksin Influenza
Selalu ikuti petunjuk dan anjuran dokter sebelum menerima vaksin influenza. Vaksin influenza akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas kesehatan di Rongga di bawah rumah pengawasan dokter di fasilitas kesehatan (faskes). Ikuti jadwal penyuntikan yang diberikan oleh dokter.
Vaksin influenza direkomendasikan bagi diberikan kepada beberapa pasien dengan kondisi berikut:
- Anak Berhubungan dengan penyakit kronis, seperti asma, penyakit ginjal, kelemahan sistem imun, dan diabetes
- Anak dan dewasa Berhubungan dengan penyakit metabolik, termasuk gangguan fungsi ginjal, kelemahan sistem imun, atau kelainan Kurang darah, seperti hemoglobinopati
- Seseorang yang berisiko menularkan atau tertular virus influenza, termasuk petugas kesehatan
- Semua anak usia 6–23 bulan yang sehat dan segala orang dewasa berusia 65 tahun ke atas
Pada anak berusia 6 bulan hingga 1 tahun, penyuntikan vaksin akan diberikan di otot paha, sedangkan pada anak yang berusia Berlebihan dari 1 tahun dan orang dewasa, vaksin akan disuntikkan di otot deltoid yang terletak di lengan atas.
Interaksi Vaksin Influenza Berhubungan dengan Obat Lain
Jika digunakan bersama obat imunosupresan, efektivitas vaksin influenza dalam memberikan perlindungan terhadap virus menmemperoleh menurun. Selain itu, menjalani terapi dengan obat antikoagulan, sepertinya warfarin, bersamaan dengan vaksinasi influenza dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
Untuk menghindari efek samping, selalu beri tahu dokter mengenai obat, suplemen, maupun produk herbal yang melakukan Anda gunakan.
Efek Samping dan Bahaya Vaksin Influenza
Ada beberapa efek samping yang bisa muncul setelah memperoleh suntikan vaksin influenza, antara lain:
- Sakit kepala daerah atau pusing
- Demam ringan
- Nyeri atau kemerahan di area penyuntikan
- Nyeri otot, lelah, dan lemas
- Pingsan
Periksakan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak mengurangi kunjung mereda atau justru semakin parah. Selain itu, segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi setelah penyuntikan vaksin influenza.
Comments
Post a Comment